Oleh: Retno Lianty
Waktu saya bersekolah di SMP NEGRI
17 MANDAU saya sangat senang dan bahagia banget. Karna saya dapat mengenal
guru-guru, kakak/abang kelas dan teman-teman lainnya, dan berbagai sekolah
lainnya.
Dan pengalaman saya di SMP NEGRI 17
MANDAU ini, saya bisa melihat perilaku teman-teman saya disitu saya bisa
mengenal mana yang baik dan mana yang buruk, sayapun dapat ilmu sudah semakin
bertambah dan berbagai guru mengasih saran bagaimana cara berbicara kepada
guru-guru, kakak kelas, dan teman-teman lainnya.
Waktu saya duduk di kelas 7.1 saya
memperkenalkan diri di depan banyak teman-teman, dan saat saya memperkenalkan
diri saya merasa gugup dan ragu lalu saya disuruh duduk kembali.
Setelah naik kelas 8.3 saya bertemu
ibuk Fitri Amalia dan teman-teman baru. Dan ketika kelas 8 sayapun belajar giat
untuk meraih cita-cita saya.
Dan saya di kelas 8 mempunyai perilaku
semakin menjadi-jadi perangai saya pun berbuat guru saya sedikit kecewa dan
menyesal dengan tingkah laku saya yang sangat kurang baik.
Pertama-tama saya memasuki kelas 9.2
saya bertemu ibuk Ita Purnama Sari menjadi wali kelas saya. Saya merasa senang
dengan ajaran buk Ita karna jika buk Ita mengajar saya menangkap pelajaran yang
diberikan beliau.
Untuk adik kelas saya yang sangat
saya cintai tidak akan melupakan kenangan kita saat pertama saya kenal adik
kelas, saya pernah bercanda, berkelahi, bergurau bersama adik kelas dan
teman-teman.
Saya sangat senang mempunyai teman
dan adik kelas yang sebaik mereka saya tidak akan melupakan kenaangan kita
bersama-sama.
Tidak terasa saya sudah belajar 3
tahun di SMP NEGRI 17 MANDAU ini. Saya tidak akan melupakan jasa-jasa guru yang
pernah mendidik saya, terlalu banyak kenangan-kenangan yang tak bisa melupakan
selama di SMP NEGRI 17 MANDAU.
Dan saya akan selalu megingat moment
terindah di SMP NEGRI 17 MANDAU ini, dan jasa-jasa guru-guru yang telah
mengajar atau memberi ilmu saya, selama 3 tahun lamanya di SMP NEGRI 17 MANDAU
yang saya sayangi.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar yang membangun.