Tiga tahun telah
saya habiskan sebagai siswa di SMPN 17 MANDAU, dimasa inilah saya mengabiskan
masa puber tahap satu yang disebut juga tahun emas. Selama tiga tahun itu saya
juga memiliki banyak memorial dan kenangan dari kelas tujuh hingga kelas
sembilan sekarang ini dari memorial yang
manis hinga yang pahit pun saya sangat ingat.
Saya mengingat ketika saya pertama kali menginjakan tangga SMP melanjut kan dari tangga SD, ketika saya masuk ke kelas yang baru, suasana yang baru, dan juga teman-teman baru, pada bulan pertama saya berusaha untuk beradaptasi dengan linhgkungan baru saya, namun setelah 6 bulan beradaptasi saya sangat sering terkena kasus yang hampir memulangkan saya kepada orang tua saya. Kesenangan saya di kelas tujuh adalah ketika saya mendapatkan peringkat dua delapan. Saya sangat merasa sedih karena nilai saya tidak memuaskan, dan diwaktu kelas 9 saya dapat musibah yaitu saya jatuh sakit karena mendapatkan sakit cikungunya, dan saya tidak masuk sekolah selama dua minggu lebih dan saya mendapatkan nilai jelek karena tidak masuk sekolah beberapa minggu itu.
Saya mengingat ketika saya pertama kali menginjakan tangga SMP melanjut kan dari tangga SD, ketika saya masuk ke kelas yang baru, suasana yang baru, dan juga teman-teman baru, pada bulan pertama saya berusaha untuk beradaptasi dengan linhgkungan baru saya, namun setelah 6 bulan beradaptasi saya sangat sering terkena kasus yang hampir memulangkan saya kepada orang tua saya. Kesenangan saya di kelas tujuh adalah ketika saya mendapatkan peringkat dua delapan. Saya sangat merasa sedih karena nilai saya tidak memuaskan, dan diwaktu kelas 9 saya dapat musibah yaitu saya jatuh sakit karena mendapatkan sakit cikungunya, dan saya tidak masuk sekolah selama dua minggu lebih dan saya mendapatkan nilai jelek karena tidak masuk sekolah beberapa minggu itu.
Setelah saya
sehat saya akan masuk kesekolah yang saya cintai, dan selama masuk sekolah saya
bandel dikelas. Beberapa hari kemudian kami mengikuti ujian tengah semester dan
saya bingung menjawab soal itu dikarenakan tidak belajar dirumah dan beberapa
hari kemudian akan membagikan raport mid semester dan saya mendapatkan surat
panggilan orang tua. Keesokan harinya saya mengambil raport dengan orang tua
saya dan Ibuk Desi pun membilangkan semua tentang sikap saya selama disekolah
SMPN 17 Mandau. Sampai dirumah saya dikasih nasehat oleh orang tua saya.
Dibalik kesedihan yang mendalam karena waktu kami disekolah yang tercinta ini
hanya tinggal 2 bulan lagi, karena akan melaksanakan UN. Oleh karena itu, saya
harus belajar lebih giat agar dapat memperoleh nilai yang memuaskan sehingga
dapat diterima di SMA favorit
Itulah
beberapa kenanganan pengalamanku ketika di SMPN 17 MANDAU. Akan kujadikan
pengalaman ini sebagai pelajaran yang berharga agar kedepannya aku menjadi
orang yang lebih baik dari sebelumnya.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar yang membangun.