Dibuat oleh: M. Hayqal Adibya
Saat
saya pertama masuk sekolah,saya bertingkah sangat aneh. Saya sering tertawa
sendiri dan sering merasa sok hebat. Saat itu kelas 7 masuk jam 13.00 – 17.00.
Dan saat itu,saya sering tertidur dikelas dan sering di marahi guru. Guru
favorit saya saat kelas 7 adalah,kebetulan wali kelas saya sendiri,yaitu buk
Melda Oktia Wiguna(buk Imel). Menurut saya,buk imel itu orangnya tidak terlalu
garang dan tidak terlalu baik,orangnya pas-pasan saja. Dan saat penerimaan
raport Mid Semester1,menurut diri saya sendiri(bukan menurut orang laiin),saya
lumayan pintar lahh :v,karena saya mendapatkan ranking 4(lumayan lah kan). Dan
hal yang tidak pernah saya lupakan saat di kelas 7.5 adalah saat masuk ruang BK
karena meribut di kelas.
Dan
setelah saya naik ke kelas 8,dan tepatnya di kelas 8.1 yang wali kelasnya
adalah buk Yenni Anggraini. Saat – saat di kelas 8 bagi saya adalah masa yang
paling sulit. Bagian yang paling sulit adalah pelajaran Matematika. Dulu saya emang
suka Matematika,Namun saat angka dan huruf di gabungkan(Al Jabar) saya sangat
membenci pelajaran Matematika. Dan pelajaran favorit saya dikelas 8 adalah
Bahasa Inggris dengan Buk Dedek. Saat kelas 8,ekstrakulikuler favorit saya
adalah ekskul Jurnalistik yang dibimbing oleh buk Fitri Amalia. Dan saat
pemilihan guru favorit telah tiba,saya memilih buk Reza Nurbaiti. Dan saat
ekskul,saya terus meng gonta-ganti ekskul saya. Ekskul saya yang terakhir
adalah ekskul English Club. Dan setelah itu saya keluar selama lebih kurang 1
bulan lamanya. Setelah itu saya masuk lagi ekskul english club dan kata kata
yang keluar dari mulut buk Dedek ke saya adalah “Dib,kamu tu macam Angek-Angek
cik ayam,udah keluar masuk lagi” itulah yang saya ingat dari buk Dedek. Hari demi
hari berlalu. Dan saat perpisahan guru telah tiba,semua orang sangat
sedih,karena wali kelas dan guru favorit nya telah pergi.
Dan
masa kelas 9 telah tiba,masa masa yang akan dirindukan saat lulus nanti. Di
kelas ini saya tidak terlalu mada lahhh. Namun saat yang paling saya benci
adalah,ketika tidur di kelas,di bangun kan oleh buk Emilda dan di suruh panggil
orang tua. Saat itu,saya marah,benci kepada guru itu. Karena,masih banyak orang
yang tidur di kelas tidak di panggil orang tuanya. Namun,perasaan itu masih
bisa saya tahan. Tapi dibalik itu,saya suka belajar dengan ibuk itu,karena saat
belajar dengan ibuk itu mudah sekali masuk ke otak. Jujur saja,saat kelas 9 ini
saya sangat cengeng. Kena hal apapun nangis. Tapi,itu mungkin hari yang tidak
akan pernah saya lupakan bersama teman saya. Mungkin,saya akan merindukannya
nanti.
Kepada
buk Emilda saya mohon maaf atas kejahilan saya yang mungkin membuat anda sering
marah. Dan guru yang telah mengajar saya mohon maaf apabila ada kesalahan.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar yang membangun.