Assalammualaikum Wr . Wb.
Saya akan menceritakan pengalaman saya dari kelas 7 – 9 di SMPN 11 MANDAU.Sebelum itu, perkenalkan nama saya NUR INSANI DIRASYAH, biasa di panggil SANI. Saya
berasal dari kelas 9.3 di SMPN 11 MANDAU. Pengalaman selama sekolah di SMPN 11
MANDAU bakal jadi bahan pembahasan saya kali ini.
Saya lulusan dari SDN 58 BALAI MAKAM .saya mendaftar di SMPN 11 MANDAU kalau
gak salah bulan Juni 2016. Pada saat saya berumur 13 tahun. Saat saya mendaftar saya
datang bersama ayah dan ibu saya, dengar – dengar sekolah ini bagus, fasilitasnya juga
lumayan dan berkualitas.
Di terima sekolah SMP favorit, siapa yang tidak mau, dan saya pun mulai masuk ke
SMPN 11 MANDAU. Sebelum menginjak pada tahap pembelajaran seluruh siswa di
haruskan mengikuti MOS. Perlahan saya langkahkan kaki saya untuk menuju ruang gugus 1.
Di sanalah saya mulai mendapatkan teman dan mengenal lingkungan sekolah. Masa
orientasi ini berjalan selama lebih kurang satu minggu. Saat saya melihat jadwal MOS sudah
terbayang akan jadi masa sulit hidup saya. Kami semua di kumpulkan dengan siswa – siswi
dari sekolah lain untuk menampilkan yel – yel kami di depan semua guru dan teman dengan
cara di lakukan bergantian menurut nomor undian yang telah di dapatkan setiap gugus. Dan
di situ pengalaman dan kisah baru saya di mulai. Masa di mana saya mengenal teman –
teman baru, inilah menurut saya yang membedakan masa SD selain pelajarannya. Kami di
wajibkan untuk memilih salah satu Ekstrakurikuler yang sudah di sediakan oleh sekolah. Tapi
beberapa kali selama seminggu ada jadwal materi ruangan yang disampaikan oleh beberapa
guru. Tibalah saatnya hari terakhir kegiatan MOS dan saatnya acara kegiatan pelepasan
MOS. Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Seakan kegiatan MOS itu baru saja saya alami.
Begitu banyak pengalaman pahit manis yang saya dapat semenjak MOS.
Dan kini saatnya saya mendapatkan kelas. Saya pun duduk di kelas 7.2 yang wali kelas
bernama Ibu Eka Putri Muzaelna. Selama kelas 7 menurut saya itu masa menyesuaikan diri
dengan lingkungan sekolah, kelas, dan teman baru tentunya. Selama saya kelas 7 memberi
banyak perubahan bagi saya sendiri. Awalnya mungkin saya cukup aktif di kelas, wali kelas
saya mengangkat saya sebagai Notulen 7.2 alias sekretaris. Berawal saya di naikkan pangkat
menjadi sekretaris, di adakan perombakan tempat duduk dan saya malah dipasangkan
dengan anak paling bandel dan gak bisa diem. Hari – hari bareng dia rasanya lebih sulit di
timbang menjalani masa MOS. Tapi saya banyak belajar dari dia saya menjadi lebih tegas
dan sedikit lebih sabar. Hal lain yang membuat saya lebih tegas saat pengalaman saya
mengikuti latihan Pramuka. Itu sedikit pengalaman saya pada saat saya di kelas 7.2.
Selanjutnya saya naik kelas 8 dan alhamdulillah saya duduk dikelas 8.2 karena saya
mendapatkan rangking 2 di kelas 7.2. Di kelas inilah semua kisah bercampur jadi satu. Di
kelas 8.2 kami mendapatkan wali kelas yang bernama Ms Reza Nurbaiti. Di kelas 8.2 pun
saya mulai beradaptasi lagi dengan teman yang belum saya kenal sebelumnya. Hari – hari
sebagai siswa kelas 8.2 berjalan sebagaimana mestinya. Saya duduk bersama Izzaura, Elita,
dan Meylani. Di situlah semuanya berawal menjadi sahabat yang sangat akrab. Saya sangat
bahagia sekali karena memiliki sahabat seperti mereka yang saling menghargai, dan saling
membantu terutama saat salah satu kesulitan dan kesedihan.
Lada bulan Agustus di sekolah ada perlombaan menghias kelas dan kelas kami
mendapatkan juara 1 perlombaan itu. Menjalani masa – masa kelas 8 ini bersama mereka
sama seperti ketika di kelas 7, di kelas 8 ini pun alhamdulillah saya meraih peringkat 3. Itu
semua sangat membanggakan ke dua orang tua say. Selain prestasi di kelas, saya pun pernah
mengikuti lomba Olimpiade Sains tingkat SMP. Sayangnya saya tidak mendapatkan sesuai
harapan yang saya inginkan. Walau pun saya tidak mendapatkan hasil yang tidak saya
inginkan, saya sangat bersyukur anugerah yang di berikan kepada Allah dan berkah yang
Allah berkah dalam hidup saya.
Selanjutnya pengalaman saya kelas 9.3. Inilah yang paling asyik banget . Di damping
dengan wali kelas laki – laki yang sangat baik, humoris , penyayang, dan peduli terhadap
muridnya bernama Bapak Amrizal S.Pd. Di kelas 9.3 saya duduk dengan teman yang
bernama Nisa Maya, Putri Lola, dan Patricia, di kelas 9.3 saya kali ini sebagai bendahara.
menjalani hari – hari bersama mereka dan akhirnya kami pun menjadi sahabat yang sangat
akrab. Kami suka membagi cerita, dan kami sering jalan bersama ke tempat yang membuat
kenangan kami lebih indah.
Di kelas 9.3 bandelnya lumayan tapi prestasinya gak kalah. Kelas kami sempat
menjadi juara 1 perlombaan upacara antar kelas, kami sangat bahagia sekali dengan hasil
jerih payah kami dan berkat dukungan Bapak Amrizal S.Pd. yang mensupport dan melatih
kami sehingga menjadi menang. Selain itu kami juga pernah menang dalam lomba 17
Agustus seperti lomba tarek tambang, sandal bakiak. Di sinilah kami satu kelas, artinya kami
satu rumah, dan kami bersaudara, dan di sini kami saling bahu – membahu jadi kami tidak
pelit berbagi bersama.
Selain prestasi di kelas, saya juga pernah mengikuti lomba kabaret di organisasi
Pramuka . Kami mendapat juara 3 dan piala yang sangat bagus. Di Pramuka saya juga pernah
mengikuti kemah pada bulan Agustus dalam rangka memperingati hari Baden Powell. Kami
sangat senang sekali karena mendapat undangan tersebut dan kami pun mempersiapkan diri
untuk diri untuk mengikuti lomba dan persiapan – persiapan yang harus di bawa ke tempat
kemah selama 3 hari. Selama 3 hari bermacam - macam perlombaan yang harus di ikuti,
saya mengikuti perlombaan senam jilid 2, selain itu ada perlombaan Dance India, morse ,
sandi , simapur, dll. Dan di kemah kami mendapatkan juara dan piala sebanyak 3, kami
semua sangat senang kali membawa pulang piala tersebut.
Pada bulan September di sekolah kami mengadakan hari peringatan PGRI. Dimana
para guru yang melaksanakan upacara bendera dan siswa sebagai peserta upacara. Saat
upacara dimulai pada pukul 07.00 WIB suasana yang sangat khidmat. Setelah pelaksanaan
upacara selesai siswa – siswi memberikan setangkai bunga yang sangat indah dan
memberikan hadiah dan suprise kepada para guru.
Dan di kelas 9.3, saya ada masalah terkadang saya di tegur guru, dan terkadang saya
di katai teman. Tapi terserahlah, saya gak boleh tutup telinga, harus di cerna, di ambil
baiknya dan di buang buruknya. Entah itu baik atau pun buru karena gak selamanya manusia
itu sempurna. Terserah apa kata orang tentang baik buruk saya yang penting hidup saya
AMAN DAMAI SEJAHTERA. Dengan itu saya buktikan dengan orang bahwa kritik pedas yang
belum seutuhnya benar yang pernah di lontarkan lewat mulut siapa pun kepada saya
Insyaallah di bayar dengan prestasi.
Pada masa kelas 9, Dimana masa yang memiliki waktu efektif belajar yang sedikit,
tapi banyak ujian – ujian yang harus di hadapi, tetapi saya membawanya ENJOY aja. Dan
sampai sekarang say masih duduk dikelas 9.3. Semasa SMP, menurut saya masa – masa
remaja yang tak terlupakan, karena masa SMP itu memili kesan – kesan yang menarik bagi
hidup saya, seperti mulai berpikir positif, di mana saya mana yang benar atau salah.
Tinggal menghitung beberapa hari lagi, ujian sekolah dan UN telah mendekati saya
dan akan berpisah dengan guru dan teman – teman,tak ingin rasanya berpisah, tapi ini
semua harus terjadi, karena ini semua masa depan kami untuk menuju masa depan, yaitu
meninggalkan masa putih biru dan memulai menuju ke masa putih abu – abu.
Saya mengucapkan terima kasih kepada guru – guru yang telah memberikan ilmu
kepada kami dengan setulus hati. Insyaallah kami tidak akan melupakan jasa – jasamu.
Teruslah mengajar adik – adik kami dengan setulus hati. Kami tidak akan seperti ini tanpa
guru – guru yang telah membantu, membimbing, dan memberikan nasihat kepada kami.
Dan kepada adik – adik yang masih di SMPN 11 MANDAU , ukirlah prestasi sebagus mungkin
dan harumkanlah nama sekolah.
Itulah beberapa kenangan dan pengalaman saya selama sekolah di SMPN 11
MANDAU akan saya jadikan semua pengalaman ini sebagai pelajaran yang berharga, agar ke
depannya saya menjadi seseorang yang lebih baik dari pada sebelumnya. Semoga dengan
adanya sedikit cerita dan dengan penuh kenangan ini membuat saya tidak pernah
melupakan apa yang ada pada masa SMP ( masa putih biru).
Demikianlah pengalaman saya dari kelas 7 – 9 di SMPN 11 MANDAU Pesan saya di
ambil baik dan buang buruknya karena sekali lagi tidak ada manusia yang sempurna. Untuk
itu kesalah kata maupun yang lain mohon di maafkan karena saya sebagai pelajar ilmu dan
pengetahuan saya terbatas...
Dan akhir kata saya mengucapkan terima kasih banyak kepada semuanya.......
Assalammualaikum Wr. Wb.
Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar yang membangun.