Nama
: Kushi Sofinia
Kelas
: IX1
Pertama saya
masuk di SMPN 11 MANDAU,saya mendapatkan ruang kelas 71,kelas yang boleh
dikatakan kelas unggul,saya sangat senang dan bahagia.Selain itu, saya juga di
beri kepercayaan oleh guru,dengan menjabat menjadi bendahara kelas.Awalnya saya
merasa canggung dengan mereka semua,tetapi seiring berjalan nya waktu,saya
mulai terbiasa.Setelah semuanya kami lalui bersama sama,saya mendapat peringkat
ke-3 pada semester 1.Awal nya dalam kelas tersebut hanya 32 siswa,tetapi karena
pada saat itu bangunan belum cukup,dan sekolah ingin menyelenggarakan full day,
akhirnya ada satu kelas yang di pecah,yaitu kelas 72,dan dari pecahan tersebut
ada 8 orang yg masuk kekelas kami,jadi ada 40 orang setiap kelasnya,awalnya
saya ragu untuk mendapat peringkat lagi,tetapi karena perjuangan saya,akhirnya
pada semester 2 saya masih tetap mempertahankan juara saya.
Tibalah saat nya naik ke kelas
8.Saya mendapat kelas 82.Kelas yang heboh dan kompak.Pada saat itu wali kelas
kami adalah Ibu Reza Nurbaiti S.Pd.Kami menyebutnya dengan Mis Reza.Mis yang
paling disiplin.Namun sayang ibu itu hanya 1 semester mengajar kami.Kami sangat
sedih.Sebab Mis Reza harus pindah mengajar.Selanjutnya
pada semester 2 kami mendapat wali kelas baru yaitu Ibu Emilda S.Pd,guru
matematika.Pada saat semester 1 saya mendapat peringkat ke-3,pada semester 2
saya mendapat peringkat Ke-1.Dulu pada saat kelas 82,saya sekelas dengan sahabat
saya yaitu Vinola,.kami berdua susah dan senang bersama-sama.Pada semester
2,saya dan Vinola mengikuti 2 olimpiade yang mewakili sekolah.Saya di bidang
pelajaran matematika,dan Vinola di bidang pelajaran ips,saya sangat senang,karena
kami sama sama bisa berjuang sama untuk mewakili nama sekolah.
Saya termasuk salah satu anggota
osis.Saya di beri kepercayaan oleh pembina osis untuk menjadi bendahara osis.Di
saat itu saya sangat bangga dan senang,hal yang tak terlupakan saat osis adalah
saat merazia teman teman seperjuangan saya.Saya smelihat banyak ekspresi pada
saat itu,ada yang ketakutan,ada yang panik,bahkan ada yang menangis.lucu
sih,dan pada saat itu warga SMPN 11 MANDAU mengganggap kami singa yang mencari
mangsanya ,apa lagi ketika laki laki melihat pembina osis membawa gunting,mereka
ada yang berlarian, ada yang pasrah dan ada juga ketakutan,itu sungguh aneh.Dan
hal yang tak mungkin terlupakan.
Setelah saya melewati masa-masa
kelas 7 dan 8 tibalah saat nya saya naik ke kelas 9.Saya masuk di kelas 91.pada
saat semester 1 saya mendapat peringkat ke-1.Pada saat itu kelas kami berisi 40
orang per kelas nya,tetapi karena ada tambahan kelas baru,akhirnya kami pun di
pecah lagi,ada 8 orang orang yang harus keluar dari kelas 91.kami sangat
sedih.sebab dari awal kelas 9 kami udah berjuang di kelas yang sama,dan
sekarang mereka harus berjuang di kelas yang baru dengan orang yang baru.
Selama di kelas 9 kami diserbu
oleh ujian dan try out yang berkali kali.Tapi kami tidak pernah berhanti
semangat dan berusaha.kami akan selalu berusaha semaksimal mungkin agar nilai
kami semua bagus dan bisa lulus 100%.Dan semoga hasil yang kami dapat memuaskan,mendapat
nilai tertinggi,dan bisa masuk ke SMA/SMK yang kami ingin kan.


Komentar
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar yang membangun.